Skip to content

June 25, 2012

ALTER, Sebuah Ide Kecil dengan Keterbatasan Besar

Seperti virus, sebuah film pendek menularkan keinginan bagi tiap orang yang kreatif untuk mencoba membuat film pendek lainnya. Begitulah yang dirasakan Teddy Andika ketika melihat teman-teman di komunitas Fiksimini begitu bergairah membuat film pendek.  Maka keinginan tersebut disampaikan pada penggagas filmfiksimini, Diki Umbara, yang dengan tangkas menyambut keinginan besar Teddy untuk menjadi seorang sutradara debutan film pendek.  Dimulailah pencarian ide cerita yang akan difilmkan hingga jatuhlah pilihan pada sebuah fiksimini bergendre sci fi karya Dedi Rahyudi.  Bukan tanpa alasan cerita ini dipilih, karena fiksimini adalah imajinasi maka Teddy Andika berkeyakinan bahwa cerita absurd tersebut bisa dijadikan sebuah film pendek.

MESIN PENJUAL WAJAH. “Brengsek!” Koin terakhirku tersangkut. Antrian orang tanpa wajah mulai ribut. Sirene razia berbunyi.

Dari fiksimini tersebut berkembanglah sebuah kisah di suatu tempat antah berantah, orang-orang yang hidup di dalamnya diwajibkan memiliki wajah yang serupa dengan penguasa lalim di sana.  Tak peduli lelaki, perempuan bahkan anak-anak.  Wajah temporer itu dapat dibeli melalui sebuah vending machine.  Hingga pada suatu pagi, seorang tokoh terbangun dan mendapati wajah temporernya mulai hilang. Dia berlari menuju sebuah mesin, untuk segera mendapatkan wajah.  Perlu diketahui bahwa di tempat tersebut sering dilakukan razia terhadap warganya yang tidak menggunakan wajah temporer.  Jika tertangkap mereka akan dihabisi. Naas bagi tokoh tersebut, sesampainya di vending machine kartunya tak dapat digunakan, sementara razia berlangsung.  Dari sini kejar-mengejar pun dimulai.

Absurd dan sulit. Merupakan hambatan awal dalam merealisasikan film yang membutuhkan visual effect dalam ceritanya.  Tak pelak diperlukan seorang  director visual effect yang mumpuni, dan pilihan jatuh pada Anggun Adi atau lebih dikenal dengan Goenrock di dunia linimasa.  Lewat diskusi panjang perihal treatment yang akan dimunculkan pada film tersebut, Goenrock menyetujui untuk mengawaki urusan visual effect film dimaksud.  Film ini diperankan oleh Indra Birowo, Dennis Adishwara dan teman-teman dari Fiksimini Jakarta. Berikut crew lainnya; DOP – Muchamad Nugie, Astrada – Pekik Indra Lesmana, Art –Mega Khairunnisa, Make up – Kikikuik, Cerita – Dedi Rahyudi, Koordinator talent – Oddie, Unit – Ade Julizar, Scoring – Ricky Juniar Pratama.  Hambatan pertama, terlampaui.

Hambatan berikutnya adalah properti.  Bagaimana mendapatkan mesin penjual wajah? Awalnya direncanakan mesin penjualnya menyerupai alat penjual minuman otomatis yang banyak terdapat di public area.  Dengan mempertimbangkan kesulitan detail pada alat tersebut, maka diputuskan mesin menyerupai ATM saja.  Sehingga tampak lebih digital. Beruntung Mega Khairunnisa mendapatkan vendor yang mampu menerjemahkan disain yang diinginkan.  Mesin tersebut dibuat dari semacam kardus glossi dengan layar hijau yang nanti akan digunakan Goenrock untuk proses green screening.

Penentuan lokasi shooting.  Ini adalah hambatan besar berikut yang justru membuat proses shooting menjadi molor hingga sebulan lebih.  Pada awalnya direncanakan shooting akan dilakukan di Teater Jakarta TIM dan Museum Iptek/TMII namun terbentur masalah birokrasi perizinan yang rumit.  Beruntung, Fiksimini pernah mengadakan kelas kreatif di Museum Bank Mandiri di daerah Kota.  Memperhatikan spot-spot yang ada, serta terdapat Mesin ATM antik yang dapat digunakan, dipilihlah tempat tersebut.  Ditambah, Bapak Abubakar Darusalam selaku Kepala Museum Bank Mandiri sangat mendukung kegiatan ini.  Maka ditetapkanlah tanggal shooting dilakukan pada 8 Juni 2012.  Penetapan tanggal pun ternyata tidak mudah, memperhatikan kesibukan main cast dan crew yang luar biasa.

Kegiatan shooting dimulai jam 09.00 wib di bagian samping museum yang menghadap ke jalan raya.  Hal ini mengakibatkan banyaknya khalayak yang menonton proses shooting.  Maklum saja kali ini shooting melibatkan dua aktor nasional yang sudah dikenal sebagai selebritas oleh masyarakat.  Ini merupakan masalah tersendiri,  tak sekali-dua proses shooting bocor karena adanya orang yang tiba-tiba muncul dalam rekaman.

Yang unik dari shooting ini adalah proses marking pada wajah talent-talent yang terlibat.  Karena wajah mereka rencananya akan diganti menjadi menyerupai wajah Indra Birowo dan Dennis.  Akting talent pun menjadi terbatas, karena pergerakan kepala/wajah sangat diatur oleh sutradara dan director visual effect.  Nyaris sepanjang shooting main cast (Indra Birowo) harus melakukan adegan berlari yang tentunya memerlukan energi yang luar biasa.  Salutnya, tak sedikit terpancar wajah lelah pada yang bersangkutan.  Malah seringkali Indra melakukan lelucon-lelucon yang membuat crew dan talent terpingkal-pingkal.  Sungguh proses shooting yang melelahkan namun mengasyikkan.  Kegiatan shooting diakhiri menjelang pukul 18.00 wib dengan pindah lokasi ke sebuah hotel di dekat museum untuk mendapatkan adegan di sebuah kamar tidur.

Shooting menggunakan kamera 7D dengan lensa 24-70, 11-16, 70-200.  Lighting menggunakan 1 redhead, 2 kinoflo dan 1 LED ditunjang dengan steadycam dan slider.  Dengan sudut-sudut pengambilan gambar yang unik dan pencahayaan rendah serta warna lowkey, hampir dipastikan film ini niatnya menyerupai film-film noir.  Namun apa pun hasilnya, Alter ternyata mampu menerabas hambatan besar yang ada.  Ketika BTS ini ditulis film tersebut masih melalui proses editing dan scoring.

Ditulis oleh: Dedi Rahyudi Foto: Mega Khaerunisa

2 Comments leave one →
  1. June 25, 2012 9:57 am

    ga sabar nunggu hasilnya🙂

  2. August 31, 2012 9:48 am

    Ceritanya bagus…
    Film-nya belum jadi ya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: