Skip to content

Ketika Hair Stylist Membuat Film Mini

May 12, 2011

Ketika Hair Stylist Membuat Film Mini

By OmBastian

        Awalnya saya menonton film fiksi berjudul “Penglihatan Terakhir”. Ini film pendek bagus sekali. Saya begitu terkesan, ceritanya, akting pemainnya, lokasinya, musiknya, sungguh saya takjub. Saya tonton berulang-ulang dan hmm… Saya cari blog-nya. Saya terheran-heran, masa sih bikinnya pake HP Nokia ? Yang bener aje…!

Hari berikutnya sayapun mulai mengkhayal..andaikan saya bikin film pendek dengan suasana Timur Tengah…lucu juga kali ya ! Ada gurun, rumah-rumah khas Arab, gamis, sorban, pohon korma dan lain sebagainya. Ah, ngoceh aja di twitter! Siapa tahu  ada yang respon dan benar saja! Adalah Bambang ( @Bemz_Q ) sahabat twitter yang mula-mula me-RT keinginan saya dengan meneruskannya buat @dikiumbara. Pun Diki menyambut baik keinginan saya dengan memberi semangat. Jadilah hari itu saya sibuk mencari cerita fiksi yang di RT @fiksimini yang cocok dengan ide saya. Dengan mengetik kata kunci “sorban” spasi @fiksimini. Ada satu dan satu-satunya result yang muncul judulnya “Tak Bisa Kutahan”. Dibaca cerita mini nya. Wah cocok..cocok..! Lalu FM ini siapa yang punya..? APAHHH !!!! @dedirahyudi! Ini kan aktor fiksimini film! Oooohhhh… ! Sayapun mengadu kepada @harigelita yang sebelumnya gak yakin saya mau bikin film fiksimini. Malah menganjurkan untuk membuat film fiksi di Indonesia saja ketika saya holiday. Saya mulai merayu Dian agar bersedia membuat naskah cerita. Uuh… merayunya dengan sepenuh hati, sepenuh jiwa, separuh nikmat, separuh laknat! Oh apa ini? Gayung bersambut, air sebaskom diciduk. Dian bersedia membuat naskah cerita. Hebat sekali Dian! Hari itu juga cerita sudah jadi dengan judul “Pria Bersorban”. Ceritanya bagus! Sungguh beliau seorang fiksiminier yang penuh talenta. Dan cerita mininya sila liat di http://koprolkata.wordpress.com/2011/01/17/pria-bersorban/

Cerita fiksi sudah ditangan, naskah cerita sudah digenggam lalu bakal aktornya kapan dipeluk? Aahhh teman-teman TKI seabreg! Om tenang aje. Sebelum memulai mencari aktor Om persiapkan dulu peralatan. Kamera digital merk Canon seri Ixus 100is cukup bisa diandalkan video record-nya HD, tripod, property busana dan make-up untuk para aktor, rancangan adegan sampai penentuan lokasi shooting siap, barulah pencarian aktor dimulai.

Om undang 10 orang untuk datang ke flat tempat Om tinggal dengan iming-iming masakan Indonesia. Wooow… tentu saja mereka mau dating. Mereka gak tahu kalo ada udang di balik batu, ada cicak d ibalik pintu, ada kutu di balik buku (ih…apalagi ini?!) Kelar menyantap kemudian Om ungkapkan keinginan Ommencari aktor buat proyek bikin film mini dan muka mereka langsung kusut. Rasa kenyang mereka tetiba hilang. Kembali lapar melihat sorban yang Omgunakan buat audisi #cieeee…  Thanks God, teman-teman menyambut gembira. Satu-persatu Ompasang sorban di kepala mereka. Mencari sosok yang pas buat memerankan si Pria Bersorban. Hasilnya…aduh sayang ya! Muka Asia Tenggara kalau dipasang sorban kok gak pas..gak okeh gitu! Beda kalo dipakein peci langsung deh minta dipanggilin penghulu saking cucoknya..!

Malam itu tidak Omdapatkan calon aktor pria bersorban tapi om gak kecewa. Justru Om dapat bakal calon untuk memerankan Ali bin Mahmud. Keesokan harinya Om kadatangan tamu, sahabat lama yang bekerja sebagai perawat di sebuah hospital terkenal di kotaRiyadh, Herry As. tanpa ba bi bu..Omlangsung pasangin sorban dikepalanya. Setelah dilihat, diraba, diterawang..eh cocok..cocok bo! Ompun gembira kegirangan. Seketika menjerit histeris membuat tetangga flat cemas ketakutan dan kemudian berhamburan keluar memohon pertolongan.. (ya ampun bo’ong banget !) Herry yang tak lain adalah kakak kandung Epay Jonathan si pemeran Ali bin Mahmud. Jadi mereka kakak-beradik dan sama-sama  perawat. Kompak bener! Baru tahu kan?!

Tanggal 28 januari 2011, pengambilan gambar pertama dimulai. Dengan menyewa mobil off road kami menuju ke lokasi. Sebuah gurun di luar kotaRiyadhkira-kira 150 km. Kawasan Gurun al-Thomama, cukup aman gak banyak patroli. Shoting pertama sukses. Kendalanya adalah baik aktor maupun sutradara semuanya kerja yang hanya punya waktu luang di hari libur mingguan yang di saudi arabiajatuh pada hari jumat. Jadilah shotingnya berlambat ria  dilakukan seminggu sekali. Belum lagi kalau ada acara tertentu. Shotingpun diundur.

Yang menarik ketika shoting di gudang karpet berikut pasar. Nyaris gagal! Gak banyak muka Asia Tenggara berkeliaran di situ. Kami jadi pusat perhatian. Ketatnya peraturan di Saudi yang tidak boleh jeprat-jepret sembarangan bikin kami ketar-ketir. Kami mulai pasang trik. Kami berlagak main-main seolah-olah habis beli kamera baru. Jajal demo istilahnya. Berhasil! Tak jauh dari situ ada musium Al-Masmak (gedung yang terlihat di film mini Pria Bersorban). Gedung ini tak lain dulunya adalah istana raja pertama Raja Saudi Arabia King Abdul Aziz. Lengkapnya bisa dibaca disini http://en.wikipedia.org/wiki/Masmak_fort Nah, lokasi yang bagus di luar scenario. Jika di Indonesia ada candi Borobudur yang hampir semua orang Indonesia tahu maka Kastil al-Masmak ini hampir dipastikan semua orang Saudi tahu gedung ini. Nilai sejarahnya, scape yang bagus untuk menambah kental suasana Timur-Tengah setelah gurun di film yang dibuat.    

Setelah semua selesai, proses editing dimulai. Namun ada satu hal yang membuat Omberpikir keras..musiknya! Meskipun peralatan musik khas arab seperti al-oud, rebab, rebana, marawis ada, tapi tak satupun diantara kami yang bisa memainkannya. Akhirnya Om mengambil musik yang sudah jadi dari para musisi Arab. Jatuh pada musisi yang juga penyanyi Arab kondang Mohammed Abdo. Ini artis paling beken seranah Arabia. Orang Timur Tengah mana yang tidak tahu musisi ini. Semacam Rhoma irama-nyalah kalo di kita. Kalau orang Saudi gak tahu Mohammed Abdo, ah… sungguh terlalu !!!

Pengalaman mengedit video pun Omgak terlalu bisa. Mengandalkan kemampuan seadanya, makanya banyak nanya sama momod film fiksimini. Dari komunikasi via email dengan momod film fiksimini, Ommulai percaya diri. Program Ulead Studio 11 dan Pinacle dikutak-katik. Hingga hasilnya mendapat komentar menyenangkan setelah ditonton bersama Dian, MakNyak dan Reni di warung MakNyak. Kekurangan di sana-sini membuat Om memohon kapada Reni untuk mengedit ulang hingga hasilnya benar-benar memuaskan.

Hasilnya tepat pada hari jumat 15 April 2011 film fiksimini muncul di Youtube. Hari itu Om syukuran kecil-kecilanan di flat di Riyadh. Mengundang sejumlah teman-teman, kami tonton bersama-sama sebelum acara makan-makan. Luar biasa kegembiraan kami hari itu! Tidak menyangka kami berhasil menyemarakkan film fiksimini, meskipun kami hanyalah TKI. Ternyata hari Jumat punya kesan tersendiri bagi Om. Ide membuat film itu pada hari jumat, semua pengambilan gambar dilakukan pada hari Jumat dan film itu pertama tayang di dunia maya pada hari Jumat.

@fiksimini: RT @dedirahyudi: TAK BISA KUTAHAN. Lantunan kata suci dr mulutmu menyayat hati. Kubebat sorban ini erat, menutupi tanduk yg mencuat. Panas.

Dan film “Pria Bersorban” karya Om Bastian ini sila liat di

http://www.youtube.com/watch?v=dujCS6Ya-ng

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: