Skip to content

“Ternyata Masih Cinta”

February 23, 2011

#filmini, dari fiksimini, diproduksi dengan tim mini, dan waktu pembuatan yang juga mini, serba mini. Film ini sangat sederhana dalam proses pembuatannya, tetapi sang filmmaker, Novian Anata Putra yang sering dipanggil Vian oleh teman-temannya itu (@vianANT), tidak menyederhanakan tahapan produksi film yang ada.

Produksi #filmini ini tetap terdiri dari 3 tahapan dasar seperti film2 lainnya yaitu pra produksi, produksi dan pascaproduksi. Namun bedanya adalah sederhananya semua tahapan-tahapan  yang ada. Praproduksi film ini cuma menghabiskan waktu 3 jam dengan hasil 2 lembar storyboard. Shooting 5 jam dengan 1 orang filmmaker, 2 artis dan 1 orang BehindTheScene Videographer. Kemudian di lanjut editing yang memakan waktu sekitar 4jam. Yang paling lama UPLOADnya 7JAM(VersiHD)😦 *dasarinternetlemot!

@viannitta TERNYATA MASIH CINTA, cincin yang hilang dari jarinya ternyata ditelannya, biar masuk abadi di dlm hatinya walau jarak memisahkan @fiksimini

PRA PRODUKSI.

Yah tepat, keberhasilan blog filmfiksimini ini dalam menantang Vian untuk bisa bergabung didalamnya adalah awal mula terciptanya #filmini ini. Yah memang sang filmmaker masih pemula sebagai fiksiminiers. Baru sekitar sebulan sebelum produksi #filmini ini dia baru bergabung aktif menulis fiksimini.

Siang itu setelah menulis fiksimini dengan tema JARAK, Vian mulai berfikir bahwa salah satu fiksimini yang barusan ia tulis bisa direalisasikan menjadi #filmini. Yah tentunya ada kriteria mana fiksimini yang bisa di-film-kan mana yang tidak bisa. Dan dimata sang filmmaker, yang sehari2nya hanya berprofesi sebagai freelance videographer dengan penghasilan yang sangat tidak menentu, intinya fiksimini itu harus bisa diralisasikan menjadi #filmini “dengan tanpa biaya sepeser-pun namun tetap bagus hasilnya”. *Baladafilmakermiskin

Terlintas di imajinasi sang filmmaker, film ini bisa diproduksinya seorang diri, hanya membutuhkan siapa yang akan menjadi pemerannya. Dengan patokan tanpa biaya, Vian yang alumni mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP UNS Solo, langsung menghubungi teman-teman waktu kuliahnya dulu yang sebagian besar memang banci kamera. Adimas Maditra Permana (Dee)(@adeemas) dan Odilia Fristy (Odilia/Odi) (@odiliafristy) setuju untuk bergabung dalam proyek #filmini ini.

Malamnya mereka mulai berkumpul di sebuah coffeeshop didaerah SoloBaru, Solo. Vian mulai menjelaskan tentang fiksimini. Dee dan Odilia cukup tertarik juga setelah kenal dengan konsep fiksimini. Setelah Dee dan Odi mengerti apa itu fiksimini, Vian mulai menjelaskan konsepnya tentang film tersebut. Setelah konsep sudah dijelaskan, ada hal yang mengejutkan karena film tersebut akan diproduksi keesokan harinya. Akhirnya malam itu kami mulai menyiapkan perlengkapan shoting, mulai dari lokasi shoting, wardrobe, property sampai story board. Hasil utama dari tahapan ini adalah dua lembar story board dengan 18 gambar dalam 2 setting, taman dan kamar. Karena filmmaker nantinya akan bekerja seorang diri dibelakang kamera, jadi semua rincian shot untuk besok harus sudah detail, rinci dan jelas. Jadi produksi ini intinya tidak terlalu banyak waktu karena Vian sebagai penulis sekaligus sutradara dan videografer sudah mengetahui konsep dasarnya, dan Dee dan Odi melengapi dengan memberi beberapa masukan agar produksi lebih sempurna. Malam itu di akhiri dengan penentuan jam produksi keesokan harinya, jam 6 pagi.

PRODUKSI (Video dibalik layar produksi ada di http://www.youtube.com/watch?v=ddXBt3aqFoY

Keesokan harinya tepat pukul 6 pagi, kami bertemu di rumah Odi dan segera berangkat menuju lokasi pertama yaitu Taman Balekambang, Solo. Di Taman Balekambang satu teman kami Dymas Dwi S (dimas) sudah menunggu untuk membantu mendokumentasikan semua proses produksi kita.

Berbekal alat sederhana shoting dimulai. Dalam semua scene, tantangan terberatnya adalah adegan menangis. Odi diharuskan bisa menangis dan Dee harus bisa menjadi lawan main yang mampu membuat Odi menangis. Proses reading yang singkat cukup membuat scene ini bertambah berat. Awalnya mereka masih sering tertawa satu sama lain karena merasa konyol. Tapi pada saat beberapa shot berikutnya mereka mulai serius dan mendalami peran satu sama lain. Vian ikut membantu suasana dengan memberikan kata–kata yang menggambarkan suasana yang sedang pemain hadapi dari peran tersebut. Beberapa saat kemudian Odi mulai menitikkan air matanya, bahkan Dee yang ikut mendalami karakternya untuk memancing Odi pun ikut berair matanya. Dan scene itu berhasil dengan memuaskan.

Di lokasi pertama, kami tidak terlalu lama karena telah sangat terbantu dari storyboard yang kami buat sebelumnya, walaupun ini produksi dadakan kami mengerjakan pra produksi dengan cukup rinci. Selain terbantu dengan storyboard, kami juga terbantu dari faktor cuaca dan kondisi lapangan yang tidak terlalu banyak gangguan dari pendatang taman Balekambang yang lain.

Segera setelah shoting di lokasi pertama selesai, kami segera bergegas ke lokasi kedua, yaitu rumah Odi. Di rumah Odi, kami memakai kamarnya untuk shoting. Tuntutan untuk kreatif harus kami lewati, karena memang produksi ini tidak berbudget, dan tidak terpkir untuk menyewa alat dan lampu. Pada waktu itu kita membutuhkan nuansa malam hari, padahal waktu itu masih siang hari. Akhirnya kita memakai alat sederhana berupa lampu nenon aquarium berwarna biru dan beberapa lampu bohlam kecil untuk membangun suasana malam. Dan sepertinya ide lide liar kami cukup bisa berhasil menggambarkan nuansa malam di kamar itu.

Di setting ke-2 ini cukup banyak adegan menangis. Namun semua begitu mudah karena seluruh pemain terutama Odilia sudah mendapatkan kunci untuk mejiwai karekternya. Di setting kamar ini gambar video behind the scene cukup sedikit, ini dikarenakan Dymas sang juru rekam dibalik layar juga terpaksa membantu tim untuk memegang urusan tata lampu. Semua tahapan produksi untuk 2 setting ini selesai kira-kira memakan waktu 5-6jam.

PASCA PRODUKSI

Usai produksi, semua materi mentah langsung diolah. Vian disini juga berperan sebagai editor tunggal. Tak ada yang special di tahapan ini. Semua materi mentah disusun sesuai storyboard, kemudian ditambahkan ilustrasi music. Ilustrasi music diunduh dari www.mobygratis.com, sebuah web berisi ratusan ilustrasi music yang berlisensi yang dapat diunduh secara geratis untuk keperluan pembuatan film non komersial. Setelah semua sudah tertata rapi di timeline, finishing dilakukan dengan video grading untuk menambah efek dramatis. Semua tahapan ini berlangsung malam harinya dan selesai di-upload versi HD-nya keesokan harinya.

Dari keseluruhan proses produksi ini, semua yang terlibat di film ini merasa puas dengan hasil produksi yang terbilang cukup kilat ini dan seluruh apresiasi yang datang dari para penikmat #filmini ini cukup bagus. “Menurut saya produksi ini penuh kejutan karena ternyata pra produksi satu malam ditambah dengan produksi setengah hari ternyata cukup memuaskan. Satu kejutan ditambahkan oleh Vian, editing dilakukannya malam itu juga, dan keesokan harinya dia sudah mengunggahnya di beberapa situs. Setelah melewati proses produksi saya pun ketagihan, dan segera ingin memproduksi film fiksimini yang lain.” Ujar Dee, pemain utama pria #filmini “Ternyata Masih Cinta” (Penulis: vian,dee)

Crew:

Produser, Ide, Sutradara, Sinematografer, n Editor: Novian Anata Putra (Vian)
Pematangan konsep n kreatif: Adimas Maditra Permana (Dee), Odilia Fristy (Odilia), Novian Anata Putra (Vian)
Cast: Adimas Maditra Permana (Dee), Odilia Fristy (Odilia)
BTS: Dymas Dwi S(Dimas)

Data teknis:
Shot w/ Canon 7D + Sigma 30mm f/1,4
Edit w/ Premiere CS3

Ilustrasi Musik : www.mobygratis.com
Grading : Magic Bullet Looks

Dan inilah film “Ternyata Masih Cinta”

4 Comments leave one →
  1. vianANT permalink
    February 23, 2011 5:45 am

    Link film hasil jadi nya lupa ngasi, sementara ada di http://vimeo.com/18275119 sama di http://www.youtube.com/watch?v=RZDSMYff2h0

  2. Dody permalink
    February 23, 2011 11:24 am

    2 jempol untuk seluruh crewnya,,,sukses selalu..!!!!

  3. fijar permalink
    February 23, 2011 1:17 pm

    good job..lanjutkan….

Trackbacks

  1. Tweets that mention “Ternyata Masih Cinta” « Film Fiksi Mini -- Topsy.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: