Skip to content

Yang Istimewa dari Film “Hari Istimewa”

January 14, 2011

Yang Istimewa dari Film “Hari Istimewa”
Dani Kusuma & Diki Umbara


“Film itu seperti halnya hape, dia berfungsi sebagai alat komunikasi” demikian kata sutradara Rudy Soedjarwo. Sebagai alat komunikasi berarti dia harus menyampaikan pesan. Dan pesan itu bisa apa saja, untuk siapa saja, dengan cara apa saja, demikian juga dengan  film.


Menggarap film pendek memiliki keunikan sendiri, kebanyakan film pendek biasanya dilakukan secara independent. Demikian juga dengan film fiksimini, film yang ceritanya diambil dari cerita yang pernah “dikicaukan” di twitter. Tak mau ketinggalan dengan fiksiminier (sebutan bagi para penulis cerita fiksimini) dari kota lain seperti Jakarta, Surabaya, dan Jogyakarta. Fiksiminier Medan ingin membuktikan bahwa dengan segala keterbatasan, bisa juga membuat film fiksimini.

Ide Cerita

Seperti film fiksimini lain, kami hendak membuat film dari karya fiksimini yang sudah diretweet moderator. Dan terpilihlah karya fiksiminier Medan, Nuna  @no3na yakni :

HARI ISTIMEWA Ibu memandikan dan  mendandaniku cantik. Tidak ada tamparan, pukulan & bantingan. Ayah juga, ia menggalikan kubur untukku.

Fiksimini ini bercerita tentang seorang anak yang kerap menjadi sasaran tindak kekerasan kedua orangtuanya. Hidup yang pas-pasan tapi punya banyak keinginan membuat kedua orangtuanya bertemperamen tinggi. Kekerasan fisik bukan lagi hal yang tabu bagi keduanya, dan menjadi hal yang biasa diterima si anak. Tepat di hari ulang tahunnya, tubuh si anak tak lagi sanggup menanggung siksaan. Ia tewas dengan luka lebam di sekujur tubuhnya. Dan sebagai hadiah ulang tahun yang tak pernah diterima semasa hidupnya, ia mendapat perlakuan istimewa dari ibu dan ayahnya. Benar-benar hari yang istimewa.

Berembuklah kami, Danny Kusuma @Danny_Kusuma,  Wandy @popokman, Nuna  @no3na untuk membuat alur dari ide cerita tersebut. Setelah sepakat, kami menentukan schedule serta semua keperluan dalam pengambilan gambar.

Pengambilan gambar atau shooting film “Hari Istimewa” hanya satu hari saja. Dimulai jam 12 siang hingga jam 10 malam. Dan proses editing atau penyuntingan gambar dilakukan malam itu juga.

 

Sederhana

Pada film ini, tidak menggunakan perlatan yang canggih. Untuk pengambilan gambar menggunakan kamera handycam. Demikian dengan pencahayaan. Pencahayaan yang digunakan merupakan pencahayaan yang sudah ada atau available light.

Yang lumayan agak menyita waktu dalam pembuatan “Hari Istimewa” adalah tata rias yang dilakukan pada Ranie Tarigan, sebagai pemeran utama. Efek memar pada muka sebagai korban penyiksaan pukulan dikerjakan oleh Lya Kuntari.  Untuk efek darah segar yan mengucur dari hidung, menggunakan susu kental cokelat dicampur dengan pewarna makanan berwarna merah.

Lokasi shooting semuanya dilakukan di satu lokasi yakni di Jalan Gaperta gang Hikmah Medan. Setting yang digunakan adalah ruang televisi serta halaman rumah Dania.

 

 

Kendala

Waktu untuk pengambilan gambar tidak banyak, yang artinya persiapan property juga terbatas. Misalnya, cangkul yang tepat untuk gali kuburan sulit di dapat. Listrik padam, tentu saja ini menambah daftar kendala.

Dan cuaca Medan menjadi kendala lain lagi. Hujan yang mengguyur membuat pengambilan gambar harus terhenti. Karena lokasi di luar ruangan, shooting adegan kuburan baru bisa dilakukan setelah hujan reda. Setelah pengambilan gambar ini dilakukan, semenit kemudian hujan mengguyur deras. Besoknya dikabarkan Medan terkena banjir !

 

Paska Produksi

Kerja ekstra cepat agar “Hari Istimewa” bisa discreening di gathering  nasional fiksimini, maka malam itu juga proses editing dilakukan. Software editing menggunakan Ulead Video Editing. Software sederhana tapi hasilnya cukup memuaskan. Maka selesailah film fiksimini pertama karya fiksiminier Medan ini. Selamat menonton !

 

 

Hari Istimewa

Cast :
Ranie Tarigan @RanieTarigan sebagai anak
Liya Kuntari @kanikun sebagai Ibu
Faisal @lasiaf sebagai ayah

Crew :
Screenplay : Nuna @no3na

Director/Cameraman/Editor : Danny Kusuma @Danny_Kusuma

Asst. Director/Cameraman/Editor : Wandy @popokman

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: